Dear Arkham - Nadir


Dear Arkham,

Bagaimana kabarmu?

Semoga baik-baik saja, yaa …

Kham, saya tahu kalau kamu benci berada di tengah keramaian. Seperti halnya ketika kamu bertemu dengan keluarga dan sepupu-sepupumu saat perayaan hari-hari besar.

“Saya canggung sebab tidak begitu akrab dengan mereka. Saya benci ketika masing-masing berusaha menonjolkan diri agar diakui,” begitu katamu di penghujung sore kala itu.

Kamu selalu ingin pergi dan menyendiri, menepi di antara orang-orang yang tidak sejalan denganmu. Saya senang karena kamu tidak pernah menghindari saya yang sebenarnya hanya orang asing.

Setelah kehilangan membuatmu selalu berada di antara mereka. Kamu benci ketika mendengar obrolan miring tentang orang lain. Kamu benci ketika mereka memintamu menjelaskan hal-hal yang begitu privasi. Kamu juga benci saat mereka menjadi orang yang lebih tahu dibanding dirimu sendiri.

Itu kali pertama kamu berbagi sesuatu dengan saya. Itu juga kali pertama saya melihat wajahmu sendu dan sedih. Kham, kalau terus memikirkan apa yang orang-orang katakan, maka kamu tidak akan bahagia. Kalau kamu terus peduli dengan apa yang mereka pikirkan, maka kamu tidak akan berkembang.

Nadir itu akan selalu membuat orang terjebak, tertahan dan seperti asing diantara yang lain. Seperti halnya dirimu yang hanya berjibaku pada kehilangan dan ketertinggalan yang tidak pernah kamu inginkan.

Saya mendengar dari orang-orang yang sudah banyak kehilangan, katanya begini, “Selama kamu masih memiliki orang-orang tersayang disekitarmu, jangan pernah sesekali kecewakan mereka. Kelak, kamu pasti akan merindukan semuanya ketika mereka sudah tiada. Percayalah, mereka lebih penting dari apapun.”

Dari temanmu,

i.m

Komentar